Morfologi Koloni dan Perhitungan Koloni Bakteri

PRAKTIKUM IV

 

Topik              :    Morfologi Koloni dan Perhitungan Koloni Bakteri

Tujuan           : – Untuk mempelajari bentuk-bentuk koloni mikroba

-Untuk Menghitung koloni Bakteri menggunakan Colony Counter

Hari/Tgl        :   Minggu,27 Mei 2012

Tempat          :   Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin

 

 

I. ALAT DAN BAHAN

  1. ALAT DAN BAHAN

A. Alat

Colony Counter

Jarum ose

Pembakar spiritus

Tabung reaksi

Cawan petri

Lemari es

Baki

  1. Bahan

Biakan mikroba pada cawan petri

  1.      II.   CARA KERJA
    1. Pengamatan Koloni Bakteri
      1. Amati koloni bakteri yang telah tumbuh di dalam meduim biakan, dengan memberi nama koloni bakteri sesuai kesepakatan kelompok (misalnya: koloni A, koloi B,C, dst). Untuk koloni bakteri yang diperkirakan adalah satu spesies maka cukup diambil perwakilan.
      2. Identifikasi morfologi koloni bakteri yang telah didapatkan mulai dari bentuknya,elevation, margin, configuration, dan permukaannya.
      3. Gambar hasil pengamatan.

 

 

  1. Perhitungan Koloni Bakteri
    1. Letakkan Cawan petri Biakan mikroba di atas alat Colony Counter
    2. Amati koloni bakteri dengan menggunakan kaca pembesar pada Colony

Counter

  1. Hitung jumlah koloni bakteri dengan menekan pulpen di atas koloni pada cawan petri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III.   TEORI DASAR

Untuk menanam suatu mikroba perlu diperhatikan factor nutrisi serta kebutuhan akan oksigen. Cara menumbuhkan mikroba yang anaerob sangat berbeda dengan yang aerob, untuk semuanya itu ada cara-cara tertentu yang harus diperhatikan. Menanam mikroba aerob relatif mudah dari pada yang anaerob. Ada beberapa cara penanaman mikroba  aerob, tergantung pada tujuan penanaman itu. Berdasarkan atas bentuk medium dan cara menanamnya dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :

  1. Biakan agar tegak (agar deep culture)
  2. Biakan agar miring (agar slant culture)
    1. Biakan Cair (broth culture)

Sujudi (1993) menjelaskan bahwa Escherichia coli tumbuh baik pada hamper semua media yang biasa dipakai di laboratorium mikrobiologi, pada media yang dipergunakan untuk isolasi kuman enterik, sebagian besar Escherichia coli tumbuh sebagai koloni yang meragi laktosa. Escherichia coli bersifat mikroaerofilik. Menurut Jawetz (2007) Escherichia coli dan sebagian besar bakteri enterik lainnya membentuk koloni yang sirkular, konveks, dan halus dengan tepi yang tegas.

Perhitungan koloni bakteri dapat dilakukan dengan menggunakan  Colony counter. Koloni bakteri yang tumbuh dapat menggambarkan laju pertumbuhan bakteri pada medium tertentu. Factor yang dapat mempengaruhi laju pertumbuhan bakteri diantaranya medium tumbuh, pH, suhu, Oksigen, dan salinitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. IV.    HASIL PENGAMATA N
                                  Morfologi Koloni
Tabung Reaksi                                       Cawan Petri
Dilihat dari atas Dilihat dari samping  Tepi koloni
 

 

 

 

Punctform

 

 

 

 

Timbul datar

 

 

 

 

Bulat rata

 

 

 

 

Lobats

 

 

 

 

Melengkung

 

 

 

 

Melengkung

   

 

 

 

 

 

Aerob

 

 

 

 

 

 

Filiform

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anaerob

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Beaded

 
  1. Perhitungan Koloni

Contoh Bagian tempat perhitungan koloni

 

Menggunakan colony counter,menggunakan kaca pembesar pada colony counter    untuk mengamati pertumbuhan bakteri.Kemudian hitung jumlah koloni bakteri dengan menekankan pulpen khusus diatas koloni pada cawan petri tersebut dengan     diberi tanda untuk mengetahui koloni yang sudah di hitung menggunakan spidol,          pada praktikum kami menggunakan spidol berwarna merah seperti pada gambar          tersebut.

Jumlah koloni bakteri yang terhitung adalah sebanyak : 276  koloni pada metode    tuang yang kami gunakan sebagai sampling untuk perhitungan.

Dengan rumus perhitungan      x 103 CFU / ml

 

  1. V.     ANALISIS DATA

            Setelah melakukan penanaman mikroba pada praktikum sebelumnya, kemudian pada praktikum selanjutnya akan dilakukan pengamatan koloni bakteri dan perhitungan koloni bakteri. Dari mikroba yang telah ditanam, dilakukan pengamatan untuk mengetahui morfologi atau bentuk-bentuk dari bakteri yang sudah ditanam kemudian dilakukan perhitungan jumlah koloni bakteri.

Sebelumnya akan dijelaskan terlebih dahulu pengertian dan perbedaan antara bakteri-bakteri tersebut.

Setelah melakukan penanaman mikroba pada praktikum sebelumnya, kemudian pada praktikum selanjutnya akan dilakukan pengamatan koloni bakteri dan perhitungan koloni bakteri. Dari mikroba yang telah ditanam, dilakukan pengamatan untuk mengetahui morfologi atau bentuk-bentuk dari bakteri yang sudah ditanam kemudian dilakukan perhitungan jumlah koloni bakteri.
Ada berbagai macam bentuk dari bakteri. Pada metode gores bentuk-bentuk bakterinya yaitu puncitiform, round, filamentous, irregular, smooth, curled, wavy, lobate, filamentous, concentric, wrinkled, contoured. Sedangkan pada metode tusuk, bentuk-bentuk bakterinya yaitu filiform, echinulate, papilliate, beaded, villose, plumose, arborescent.
Ada beberapa cara untuk mengukur atau menghitung mikroba yaitu dengan perhitungan jumlah sel, perhitungan massa sel secara langsung, dan pendugaan massa sel secara tak langsung. Perhitungan jumlah sel dapat dilakukan dengan 3 metode yaitu dengan hitungan mikroskopik, MPN (Most Probable Number), dan hitungan cawan (Fardiaz, 1989). Dari ketiga metode tersebut metode hitungan cawan paling banyak dan mudah digunakan. Oleh karena itulah, pada acara praktikum mikrobiologi untuk perhitungan koloni kali ini menggunakan metode hitungan cawan.
Untuk menghitung jumlah bakteri yang ada didalam cawan, digunakan alat coulony counter.

 

 

VI.  KESIMPULAN

 

Percobaan ini dilakukan untuk mempelajari bentuk-bentuk koloni mikroba serta untuk  menghitung koloni mikroba yang telah tumbuh.

Dari yang sudah diamati, bakteri yang telah tumbuh memiliki bentuk yang bermacam-macam yang bisa dilihat dari atas, dari bawah dan dari samping. Bentuk-bentuk yang            telah diamati, yaitu : Untuk menghitung jumlah bakteri, diambil dari metode yang paling banyak ditumbuhi  bakteri.  Dan cara untuk menghitungnya adalah dengan menggunakan colony counter dengan menandai bakteri-bakterinya diatas cawan.

Morfologi dalam cabang ilmu biologi adalah ilmu tentang bentuk organisme, terutama hewan dan tumbuhan dan mencakup bagian-bagiannya. Morfologi bakteri dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VII.     DAFTAR PUSTAKA

          Arsyad, Muhammad .2012.Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Farmasi.Akademi       Farmasi ISFI : Banjarmasin

 

Hadioetomo, Ratna Sri. 1985. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Penerbit PT

Gramedia : Jakarta.

 

Jutono,dkk. 1980. Pedoman Praktikum Mikrobiologi Umum. Penerbit

Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM : Yogyakarta.

 

http:// www. Wikipedia.com

 

http:// http://www.Google.com

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s