Penanaman Mikroba

PRAKTIKUM III

 

Topik               : Penanaman Mikroba

Tujuan             : Untuk Menumbuhkan dan Membuat Biakan Mikroba.

Hari/Tanggal   : Minggu, 20 Mei 2012

Tempat            : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin

 

 

  1. I.             ALAT DAN BAHAN
    1. 1.      Alat
  • Jarum ose
  • Pembakar spiritus
  • Cawan petri
  • Tabung reaksi
  • Pipet Isap
  • Pipet Tetes
  • Gelas Ukur
  • Baki

 

  1. 2.      Bahan
  • Medium nutrient agar (Na Agar) dan Potato Sukrosa Agar (PSA)
  • Suspensi bahan dari air aquarium

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. II.          CARA KERJA
    1. a.        Membuat Suspensi
      1. Ambil 1 ml suspensi air aquarium dan memasukkannya ke dalam tabung reaksi I yang berisi 9 ml aquades, kemudian menghomogenkannya.
      2. Ambil 1 ml sespensi  dari tabung I dan memasukkannya ke dalam tabung reaksi II yang berisi 9 ml aquades, kemudian menghomogenkannya
      3. Ambil 1 ml suspensi dari tabung II dan memasukkannya ke dalam tabung reaksi III yang berisi 9 ml aquadest, kemudian menghomogenkannya.

 

  1. b.     Menanam Mikroba dengan Metode Goresan
  2. Memijarkan kawat jarum ose di atas nyala api spiritus dan melewatkan bagian tangkai beberapa kali di atas nyala api, mendinginkannya.
  3. Dengan menggunakan jarum ose, menginokulasikan suspensi mikroba ke atas medium agar pada cawan Petri dengn metode zig zag.
  4. Menginkubasi selama 1 sampai 3 hari pada suhu 37ºC dengan posisi terbalik.

 

  1. c.       Menanam Mikroba dengan Metode Tuang
  2. Ambil 1 ml suspensi mikroba yang telah di buat dari tabung reaksi III.
  3. Masukkan ke dalam cawan petri yang steril.
  4. Tambahkan larutan Na agar dan sukrosa (medium) yang masih cair ke dalam cawan petri tersebut.
  5. Tutup cawan petri dan membungkusnya dengan kertas kertas sampul.
  6. Inkubasi selama 1 sampai 3 hari pada suhu 37° C dengan posisi terbalik.

 

 

 

       d. Menanam mikroba dengan metode tusukan

1. pijarkan kawat jarum ose di atas nyala pembakar spiritus dan bagian tangkai di lewatkan beberapa kali di atas nyala api, lalu dinginkan.

2. dengan menggunakan jarum ose tersebut inokulasikan suspensi mikroba pada medium agar pada tabung reaksi dengan metode tusukan.

3. inkubasi selama 1 sampai 3 hari pada suhu 37° C

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. III.       TEORI DASAR

Untuk menanam suatu mikroba perlu diperhatikan faktor nutrisi serta kebutuhan akan oksigen. Cara menumbuhkan mikroba anaerob sangat berbeda dengan yang aerob, untuk semuanya itu ada cara-cara tertentu yang harus diperhatikan. Menanam mikroba yang aerob relatif lebih mudah daripada yang anaerob.

 

Ada beberapa cara penanaman mikroba aerob, tergantung pada tujuan penanaman itu. Berdasarkan atas bentuk medium dan cara menanamnya dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :

  1. Biakan agar tegak (agar deep culture)
  2. Biakan agar miring (agar slant culture)
  3. Biakan cair (broth culture)

 

Mengisolasi suatu mikroba ialah memisahkan mikroba dari lingkungannya di alam dan menumbuhkannya sebagai biakan murni dalam medium buatan. Untuk isolasi harus diketahui cara-cara menanam dan menumbuhkan mikroba pada medium biakan serta syarat-syarat lain untuk pertumbuhannya.

Bakteri di alam jarang terdapat dalam biakan murni. Kebanyakan merupakan campuran bermacam-macam spesies bakteri. Ada dua cara yang umum digunakan untuk mengisolasi bakteri, yaitu :

  1. Cara goresan (streak plate method)
  2. Cara taburan (pour plate methode)

 

 

 

 

 

 

  1. IV.       HASIL PENGAMATAN

a. Membuat Suspensi

 

 

Keterangan :

  1. Air Aquarium
  2. Aquadest
  3. Tabung I berisi 1 ml air aquarium  +  9 ml aquadest kemudian dihomogenkan
  4. Tabung II berisi 1 ml air dari tabung I +  9 ml aquadest kemudian dihomogenkan
  5. Tabung III berisi 1 ml air dari tabung II +  9 ml aquadest kemudian dihomogenkan

 

 

b. Menanam Mikroba Dengan Metode Goresan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            Keterangan :

  1. Jarum Ose
  2. Lampu spritus
  3. Jarum ose yang sudah dipijarkan diatas lampu spritus dicelupkan pada suspensi mikroba dari tabung III.
  4. Cawan petri berisi Na-Agar
  5. Kemudian jarum ose tadi digoreskan pada cawan petri yang berisi medium Na agar dengan metode zig zag pada 3 daerah yang berlainan
  6. Cawan petri berisi Na agar + suspensi mikroba dibungkus dengan kertas
  7. Cawan petri yang sudah dibungkus dimasukkan dalam oven dan di inkubasi selama 1-3 hari pada suhu 37° C dengan posisi terbalik

 

 

 

 

c. Mananam Mikroba Dengan Metode Tuang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :

  1. Suspensi Tabung III
  2. Pipet volumetrik yang digunakan untuk mengambil cairan yang ada di Tabung reaksi III
  3. Medium Na Agar yang ada dalam labu erlenmeyer
  4. Lampu spritus yang digunakan untuk mensterilkan tutup labu erlenmeyer
  5. Cawan petri yang sudah disterilkan berisi 1 ml larutan dari tabung reaksi III dicampur dengan Na agar dalam labu erlenmeyer
  6. Suspensi Mikroba yang sudah jadi
  7. Kertas untuk membungkus cawan petri yang sudah berisi suspensi mikroba
  8. Cawan petri yang sudah berisi 1 ml larutan dari tabung reaksi III dan dicampur dengan Na agar dibungkus dengan kertas dan di inkubasi selama 1- 3 hari.

 

  1. V.          ANALISA DATA

Untuk menanam mikroba diperlukan alat dan bahan yang steril agar pertumbuhan mikroba tidak terganggu. Pada penanaman ini sebagai suspensi mikroba adalah air kolam yang diencerkan dengan aquadest dan dihomogenkan.

 

  1. 1.      Metode Goresan

Dalam hal proses penanaman mikroba dengan menggunakan goresan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu sterilisasi medium biakan, alat mengambil biakan dan tempat penanaman. Pada metode ini terlebih dahulu kawat inokulasi dipijarkan dengan api spiritus, dinginkan di dekat api lalu dimasukkan ke dalam suspensi mikroba dan digoreskan pada medium agar yang sudah steril dalam cawan petri secara zig zag. Kemudian memijarkan kembali kawat inokulasi serta mendinginkan dan mengoreskannya pada sisi yang lain, tetapi dengan goresan yang lebih renggang. Setelah itu melakukan hal yang sama pada sisi yang lainnya, tetapi dengan goresan yang lebih renggang lagi sebagai pengisolasian mikroba. Pemijaran kawat tersebut bertujuan agar kawat menjadi steril. Pada saat menggoreskan suspensi diusahakan cawan petri tidak dibuka dalam waktu yang lama, karena dikhawatirkan akan terkontaminasi oleh lingkungan di sekitarnya.

Setelah selesai, kemudian pada bagian sisi sekeliling cawan petri dipanaskan dengan api spiritus, kemudian membungkusnya dengan kertas pembungkus dengan posisi cawan petri yang terbalik. Setelah itu cawan petri beserta medium dan biakan mikroba yang telah dibungkus dimasukkan ke dalam oven selama 1-3 hari dengan suhu kamar yaitu 37ºC. Dengan  menggunakan cara demikian diperoleh koloni-koloni yang menggerombol dan koloni-koloni yang memencil. Piaraan ini disebut piaraan lempengan (plate atau steak culture).

 

 

  1. 2.      Metode Tuang

Dalam proses penanaman mikroba dengan metode tuang bakteri yang digunakan dapat diperoleh dari piaraan medium cair atau dari suatu koloni pada medium padat. Apabila digunakan bakteri dari suatu koloni pada medium padat maka sampel yang diambil dari koloni itu perlu diencerkan dulu dalam air steril sehingga terjadi suatu suspensi. Penanaman mikroba dengan metode ini lebih rumit dari pada dengan metode goresan.

Begitu juga apabila digunakan bakteri dari suatu koloni pada medium cair, pertama-tama menyediakan 3 tabung reaksi, tabung reaksi pertama berisi aquadest 9 ml dengan air kolam sebanyak 1 ml, tabung reaksi kedua berisi 9 ml aquadest juga, tetapi disini cairannya berasal dari tabung reaksi pertama tetapi diambil sama ukurannya yaitu I ml, tabung reaksi ketiga hampir sama dengan perlakuan kedua tetapi cairannya diambil dari tabung reaksi kedua. Kemudian dengan menggunakan pipet tetes volumetrik mengambil campuran yang ada di tabung reaksi ketiga, memasukkannya kedalam cawan petri yang sudah disterilkan selanjutnya masukkan juga Na agar yang ada dalam labu erlenmeyer  (untuk labu erlenmeyer ini tutupnya disterilkan dengan lampu spritus terlebih dahulu). Cawan petri yang berisi campuran tadi disterilkan juga dengan lampu spritus agar steril dan terhindar dari kontaminasi, setelah itu lalu di aduk silang angka delapan supaya suspensi bercampur dengan medium dan dibungkus dengan kertas dan terakhir masukkan di dalam oven dan di inkubasi selama 1-3 hari dengan suhu kamar 370C. Jika bakteri-bakteri sudah tumbuh merupakan koloni-koloni.

.

 

 

 

 

3.Metode Tusuk

Dalam proses penanaman mikroba dengan metode tusuk yang perlu diperhatikan adalah lesterilan jarum ose yang akan digunakan.Jarum harus dalam keadaan steril,maka jarum terlebih dahulu dipanaskan pada api diatas pembakar spiritus hingga merah menyala.

Kemudian dinginkan sesaat agar tidak terlalu panas saat penusukan dilakukan.Lalu  jarum dirusukkan pada medium yang telah disiapkan dengan perlahan dan jangan sampai mengenai dasar medium, atau dengan kata lain cukup setengahnya saja.panaskan kembali jarum ose,dan bungkus medium dengan kertas yang telah disediakan.

Inkubasi selama 1-3 hari pada suhu 37ºC.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. VI.       KESIMPULAN
    1. Dalam proses penanaman mikroba dengan metode goresan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu sterilisasi medium biakan, alat mengambil biakan dan tempat penanaman.
    2. Dalam proses penanaman mikroba dengan metode tuang bakteri yang digunakan dapat diperoleh dari piaraan medium cair atau dari suatu koloni pada medium padat.
    3. Penggunaan metode goresan dalam penanaman bakteri lebih mudah daripada  metode penuangan.
    4. Untuk mengisolasi mikroba yaitu kawat inokulasi dipijarkan kemudian didingankan. Dengan kawat tersebut mengambil satu koloni mikroba pada medium biakan yang sudah ada terlebih dahulu. Kawat tersebut digoreskan pada medium agar baru dengan metode zig-zag.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. VII.    DAFTAR PUSTAKA

Hadioetomo, Ratna Sri. 1985. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Penerbit PT Gramedia : Jakarta.

 

Jutono,dkk. 1980. Pedoman Praktikum Mikrobiologi Umum. Penerbit Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM : Yogyakarta.

 

Arsyad, Muhammad. 2012. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Farmasi. AKADEMI FARMASI ISFI : Banjarmasin.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s