Pengecatan Gram pada Bakteri

PRAKTIKUM VI

 

Topik               :  Pengecatan Gram pada Bakteri

Tujuan              : Untuk mempelajari bentuk-bentuk bakteri melalui pengecatan gram

Hari/ Tanggal    :   Minggu, 27 Mei 2012

Tempat :   Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin

 

  1. ALAT DAN BAHAN

ALAT :

  1. Jarum ose                                 5. Kaca Penutup
  2. Pembakar Spiritus                    6. Mikroskop
  3. Cawan Petri                             7. Baki
  4. Kaca Benda

BAHAN:

1.Medium Biakan murni bakteri (S. aureseus dan Asetobacter   

    xylinum)        

2.kristal violet (Gram A)

3.Iodim (Gram B)

4.Alkohol (Gram C)

5.Salfranin (Gram D)

6.Aquadest

7.Alkohol

8.Kapas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.  CARA KERJA

  1. Membersihkan kaca objek dan kaca penutup dengan alkohol, melewatkan di atas bunsen atau lampu spiritus beberapa kali.
  2. 2.      Secara aseptis mengambil 1 lup biakan padat Acetobacter xylinum dan  S. Aureus, meletakkan di atas kaca objek, meratakan seluas ± 2 cm, mengering anginkan.
  3. Memfiksasi di atas nyala lampu spiritus beberapa kali, sehingga sel-sel bakteri mati.
  4. Meneteskan 2-3 tetes larutan Gram A pada preparat dan mendiamkan selama 1 menit.
  5. Mencuci dengan air mengalir sampai cat tercuci semua, mengering anginkan.
  6. Meneteskan 2-3 tetes larutan Gram B dan mendiamkan selama 1 menit. Mencuci dengan air mengalir sampai cat tercuci semua, mengering anginkan.
  7. Melunturkan dengan larutan Gram C sampai lapisan tampak pucat (± 30 menit), dan langsung mencuci dengan air mengalir lalu mengering anginkan.
  8. Meneteskan cat penutup (Gram D) dan membiarkan selama 2 menit. Mencuci dengan air mengalir dan mengering anginkan.
  9. Mengeringkan bagian bawah kaca objek dengan tissu, mengamati di bawah mikroskop mulai dari perbesaran lemah, sedang dan kuat.
  10. Menggambar dan memberi keterangan bakteri yang tampak serta memperhatikan bentuk, warna dan reaksi pengecatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III. TEORI DASAR

Christian Gram, seorang ahli bakteri Denmark pada tahun 1884 secara kebetulan menemukan prosedur pewarnaan Gram. Pewarnaan ini mungkin merupakan salah satu prosedur yang amat penting dan paling banyak digunakan dalam klasifikasi mikroba. Dengan metode ini, mikroba dapat dibedakan secara umum menjadi dua kelompok besar yaitu:

(a) organisme yang dapat menahan kompleks pewarna primer ungu kristal iodium sampai pada akhir prosedur (sel-sel tampak biru gelap atau ungu) disebut Gram positif,

(b) organisme yang kehilangan kompleks warna ungu kristal pada waktu pembilasan dengan alkohol, namun kemudian terwarnai oleh pewarna tandingan safranin sehingga sel tampak merah muda disebut Gram negatif (Hadioetomo, 1985)

Zat warna adalah senyawa kimia berupa garam-garam yang salah satu ionnya berwarna. Garam terdiri dari ion bermuatan positif dan ion bermuatan negatif. Senyawa-senyawa kimia ini berguna untuk membedakan bakteri-bakteri karena reaksinya dengan sel bakteri akan memberikan warna yang berbeda. Perbedaan inilah yang digunakan sebagai dasar pewarnaan bakteri. Sel-sel dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu asam dan basa. Jika warna terletak dalam muatan positif dari zat warna, maka disebut zat warna basa. Jika warna terdapat pada ion negatif, maka disebut zat warna asam. Contoh zat warna basa adalah methylen blue, safranin, netral red dan lain-lain. Sedangkan anionnya pada umumnya adalah Cl-, SO4-, CH3COOH-, COOHCOO-. Zat warna asam umumnya mempunyai sifat dapat bersenyawa lebih cepat dengan bagian sitoplasma sel sedangkan zat warna basa mudah bereaksi dengan bagian-bagian inti sel. Pewarnaan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: fiksasi, peluntur warna, substrat, intensifikasi,pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. (Sutedo, 1991).

Bentuk dan struktur bakteri dapat diamati dengan dua cara:
1. Mengamati pergerakan sel-sel hidupnya, tanpa pewarnaan.
2. Mengamati sel-sel mati dengan pewarnaan.

Bakteri atau mikroba lain dapat dilihat dengan mikroskop biasa tanpa pengecatan, yaitu dengan cara-cara khusus, misalnya dengan cara hanging drop, menggunakan kondensor medan gelap, dan lain-lain. Tetapi pengamatan tanpa pengecatan ini lebih sulit dan tidak dapat dipakai untuk melihat bagian-bagian sel dengan teliti, karena sel bakteri atau mikroba lainnya transparan atau semi transparan.

Dengan pengecatan dapat dilihat struktur sel mikroba lebih seksama. Fungsi pengecatan terutama memberi warna pada sel atau bagian-bagian struktur sel, menunjukkan distribusi susunan kimia bagian-bagian sel, membedakan mikroba satu dengan yang lain, menentukan pH dan potensial oksidasi reduksi ekstraseluler dan intraseluler. Pada umumnya cat yang digunakan dalam pengecatan merupakan senyawa-senyawa gram. Cat dapat dibagi dalam dua macam, yaitu cat basis dan cat asam tergantung pada muatan-muatan listrik cat. Secara garis besar mekanisme pengecatan bakteri ada dua macam, yaitu berdasarkan atas pengikatan kimia dan berdasarkan atas pengikatan fisika. Hasil pengecatan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti fiksasi, substrat, peluntur cat (dekolisator) dan lain-lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV. HASIL PENGAMATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V. ANALISA DATA

Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa hasil pengecatan diperoleh bakteri jenis gram negatif (-) dengan berwarna merah tua.

Hasil gambar yang tidak sempurna,tidak sesuai dengan gambar yang diinginkan,  ketidak berhasilan untuk melihat jenis gambar yang dilihat dari mikroskop, hal ini disebabkan karena kesalahan dalam pengerjaan, yaitu ketebalan dalam peletakkan sampel bakterinya sehingga untuk penelitian melewati mikroskop tidak dapat dilihat untuk bentuk-bentuk dari bakteri tersebut.

Dari hasil pengamatan terhadap percobaan pengecatan dengan gram yaitu pencucian dengan menggunakan larutan iodin dan alkohol.

Pengecatan gram ini dilakukan untuk mengenal dan menentukan jenis bakteri , hal ini terjadi karena adanya perbedaan bahan utama pembentuk dinding sel. Bakteri gram positif penyusun dinding selnya adalah peptiglotin, polisakarida, dan asam terikoat. Pada percobaan pengecatan gram terhadap biakan bakteri S. aureus ditemukan adanya bakteri jenis gram negatif karena dari percobaan warna yang menempel atau melekat pada bakteri adalah warna hasil merah bukan ungu ataupun biru yang berbentuk coccus (satu-satu), diplococcus (dua-dua) dan streptococcus (bergandeng-gandengan panjang).

Adapun fungsi pengecatan ini terutama memberi warna pada sel atau bagian-bagian struktur sel, menunjukkan distribusi susunan kimia bagian-bagian sel, membedakan mikroba satu dengan yang lain, menentukan pH dan potensial oksidasi reduksi ekstraseluler dan intraseluler.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VI. KESIMPULAN

 

  1. Dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa warna yang terlihat dari pengecatan tersebut adalah warna merah, dimana warna merah tersebut adalah gram negatif (-).
  2. Bentuk bakteri tidak dapat dilihat karena ada kesalahan dalam pengerjaan peletakkan sampel bakteri di atas preparat.
  3. Bakteri gram positif yaitu jika zat warna tambahan yang ditambahkan terhapus sehingga yang nampak ialah zat warna asli (ungu). Sedangkan bakteri gram negatif jika zat warna tambahan (merah) bertahan hingga zat warna asli tidak tampak.
  4. Fungsi pengecatan terutama memberi warna pada sel atau bagian-bagian struktur sel, menunjukkan distribusi susunan kimia bagian-bagian sel, membedakan mikroba satu dengan yang lain, menentukan pH dan potensial oksidasi reduksi ekstraseluler dan intraseluler.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VII. DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Muhammad .2012.Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Farmasi.

Akademi Farmasi ISFI : Banjarmasin

Anonim. 1995. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Edisi X. Laboratorium Mikrobiologi FK. Unair : Surabaya.

 

Hadioetomo, Ratna Siri. 1985. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek, Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium. PT Gramedia : Jakarta.

 

Jutono, dkk. 1980. Pedoman Praktikum Mikrobiologi Umum (Untuk Perguruan Tinggi). Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM : Yogyakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s