Sterilisasi

PRAKTIKUM II

Topik               : Sterilisasi

Tujuan            : Untuk memahami cara-cara sterilisasi dalam upaya tindakan aseptis praktek mikrobiologi

Hari/Tanggal   : Minggu,20 Mei 2012

Tempat            : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM

 

1. ALAT DAN BAHAN

  1. Alat
    1. Alat- alat dari gelas :
    2. Tabung Erlenmeyer
    3. Tabung reaksi
    4. cawan petri
    5. pengaduk
    6. pipet volumetrik
      1. Oven
      2. autoclave
      3. Kertas pembungkus
      4. Kapas
      5. Tali pengikat
  1. Bahan

 

II. CARA KERJA

  1. A.     Sterilisasi dengan udara kering (Oven)
    1. Menyumbat mulut alat-alat yang akan disterilkan dengan kapas atau tutup sekrup.
    2. Meletakkan di atas rak dengan rapi.
    3. Menutup rapat dengan mengencangkan sekrup, menekan tombol “on”, menunggu sampai suhu menaik secara perlahan.
    4. Apabila suhu telah mencapai 1700C, lalu mengatur tombol “timer” pada angka 2 (yang berarti 2 jam).
    5. Sterilisasi dengan uap panas bertekanan (Autoclave)
      1. Menyiapkan alat atau bahan yang akan disterilkan, mengisi autoclave dengan air.
      2. Memasukkan alat dan bahan yang akan disterilkan dan menyusun dengan rapi.
      3. Mengencangkan semua sekrup, menyalakan kompor dan membiarkan katup pengatur uap terbuka sampai uap air banyak yang keluar.
      4. Menutup katup uap sehingga tekanan perlahan naik hingga mencapai 2 atm dan suhu mencapai 1210C selama 15 menit.
      5. Mematikan kompor, membiarkan dingin, kemudian melonggarkan sekrup.

 

III. TEORI DASAR

Sterilisasi adalah suatu usaha untuk membebaskan alat-alat atau bahan-bahan dari segala macam bentuk kehidupan, terutama mikroba. Alat-alat dan medium yang steril sangat diperlukan dalam praktek mikrobiologi.Adanya pertumbuhan mikroorganisme menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri masih berlangsung dan proses sterilisasi tidak sempurna. Jika sterilisasi berlangsung sempurna, maka spora bakteri yang merupakan bentuk paling resisten dari kehidupan mikroba diluluhkan. Proses sterilisasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sterilisasi dengan udara kering (oven) dan sterilisasi dengan uap panas bertekan dengan autoclave.

Dalam praktek sterilisasi alat-alat dan atau medium dapat dikerjakan secara mekanik (misalnya penyaringan), secara kimia (misalnya dengan disinfektan), maupun secara fisik (misalnya dengan pemanasan, sinar UV, sinar X). cara sterilisasi yang dapat dipakai tergantung pada macamnya bahan dan sifat bahan yang disterilkan, seperti ketahanan terhadap panas, bentuk bahan : padat, cair, atau gas.

Sterilisasi dengan pemanasan merupakan cara yang paling banyak dipakai. Sterilisasi dengan pemanasan dibedakan atas 4 macam, yaitu :

  1. Sterilisasi dengan pemijaran
  2. Sterilisasi dengan udara panas (kering); biasanya dipakai oven

Pensterilisasian dengan menggunakan oven dilakukan selama 2 ajm dengan suhu 1700C

  1. Sterilisasi dengan uap air panas; biasanya dipakai steamer
    1. Sterilisasi dengan uap air panas bertekanan; menggunakan autoclave.

Pensterilisasian dengan menggunakan oven dilakukan selama 15 menit dengan suhu 1210C dan tekanan 2 atm.

 

 

 

 

IV. HASIL PENGAMATAN

1. Labu erlenmeyer 2. Pengaduk dan pipet volumetrik
3. Cawan Petri dan tabung reaksi 4. Kertas pembungkus dan kapas

5. Oven

6. Autoclave

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 V. ANALISA DATA

Sterilisasi Dengan Autoclave(dengan uap panas bertekanan)

Metode yang umum untuk sterilisasi yaitu dengan menggunakan panas. Untuk alat-alat seperti pipet, cawan petri dan alat gelas lainnya digunakan sterilisasi udara panas, terutama dengan uap air panas bertekanan yaitu menggunakan autoclave. Sterilisasi bagi berbagai media-media atau bahan-bahan lain yang dapat rusak oleh pemanasan tinggi dan kering dapat dilakukan sterilisasi dengan uap panas bertekanan yaitu menggunakan autoclave dengan kondisi suhu 1210C selama 15 menit.

Autoclave ini biasanya digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan serta alat-alat yang dipakai dalam melakukan penelitian-penelitian atau praktikum mikrobiologi. Pada prinsipnya sterilisasi dengan autoclave adalah membunuh mikroba dengan menggunakan panas dan tekanan dalam keadaan basah. Panas dapat diperoleh dengan cara memanaskan dengan api gas atau dengan listrik, sedangkan kondisi basah diperoleh dengan mengalirkan uap air atau memanaskan air dalam autoclave.

Adapun cara sterilisasi dengan autoclave adalah sebagai berikut :

1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan disterilkan seperti pipet, cawan petri, beacker glass dan tabung reaksi.

2. Menyumbat mulut alat-alat seperti tabung Erlenmeyer yang akan disterilkan dengan kapas (sumbat harus banyak supaya tidak ada rongga pada mulut). Untuk tabung erlenmeyer setelah disumbat ditutup lagi atasnya dengan kertas kemudian ikat sekencang mungkin.

3. Untuk alat-alat seperti pipet dan cawan petri dibungkus sedemikian rupa dengan kertas pembungkus sehingga tidak ada rongga udara yang dapat menembus masuk ke alat tadi. “Kalau menggunakan kertas bekas, yang berisi tulisan, berada di luar sehingga yang bersih tanpa tulisan yang di dalam.

4. Autoclave yang telah disediakan tadi diisi dengan air kira-kira setengah dari rangsang.

5. Memasukkan alat-alat tadi yang akan disterilisasi dan menyusunnya dengan rapi.

6. Mengencangkan semua sekrup, menyalakan kompor dan membiarkan katup pengatur uap terbuka sampai uap air banyak yang keluar. “Membuka katup pengatur uap diusahakan tidak secara langsung tapi perlahan dan dipertahankan selama beberapa menit”. Membuka katup ini dapat dengan menggunakan penjepit kayu dimana katup uap ini tegak lurus bila terbuka, diusahakan konstan, jangan dengan tiba-tiba menutup katup pengatur uap ini.

7. Setelah uap banyak yang keluar kemudian menutup katup uap ini sehingga tekanan perlahan akan naik hingga mencapai 2 atm dan suhu mencapai 1210C selama 15 menit. Petunjuk suhu dapat dilihat secara langsung pada thermometer. Dimana thermometer ini biasanya bersatu dengan alat pengatur tekanan uap air, sehingga besar tekanan dan suhu segera terbaca pada alat yang sama.

8. Setelah 15 menit, matikan kompor, membiarkannya dingin beberapa saat kemudian melonggarkan sekrup.

Maka alat-alat yang disterilisasi tadi siap dipakai dalam praktikum mikrobiologi terutama untuk membiakan mikroba.

* Prinsip kerja menggunakan autoclave.

Membunuh segala macam bentuk hidup dari mikroba dengan menggunakan uap air panas dan tekanan.

Tekanan sebenarnya tidak mempunyai efek apa-apa, hanya untuk mempertahankan suhu uap air di atas 1000C. Panas/suhu yang biasanya digunakan untuk dapat membunuh mikroba dapat tercapai bila disertai tekanan uap. Suhu 1210C merupakan batas yang baik bila dipertahankan beberapa saat. Waktu diperlukan untuk memberi kesempatan pada uap air agar meresap ke dalam sel/ bahan yang akan disterilkan. Udara yang tersisa dalam rongga sterilisasi beratnya lebih dari 2 kali berat uap air pada suhu sterilisasi.

 

Sterilisasi dengan udara kering (oven), dengan cara:

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan disterilisasikan
  2. Menyumbat mulut alat-alat yang akan disterilkan dengan kapas atau tutup sekrup.
  3. Meletakkan di atas rak dengan rapi.
  4. Meletakkan di atas rak dengann rapi.
  5. Menutup rapat dengan mengencangkan sekrup, menekan tombol “on”, menunggu sampai suhu naik secara perlahan.
  6. Apabila suhu telah mencapai 170­˚C, mengatur tombol “timer” pada angka 2 (yang berarti 2 jam).

 

VI.    KESIMPULAN

1. Sterilisasi adalah suatu usaha untuk membebaskan alat-alat atau bahan-bahan dari segala macam bentuk kehidupan, terutama mikroba.

2   Autoclave digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan serta alat-alat yang akan dipakai dalam praktikum mikrobiologi. Auclave digunakan sebagai alat sterilisasi basah

  1. Pada prinsipnya sterilisasi dengan autoclave adalah membunuh mikroba dengan menggunakan panas dan tekanan dalam keadaan basah.
  2. Sterilisasi kering dengan menggunakan oven

 

  1. VII.                DAFTAR PUSTAKA

Ajizah, Aulia dkk. 2006. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. FKIP

UNLAM: Banjarmasin.

 

Dwijoseputro. 1990. Dasar-dasar Mikrobiologi. Djambatan: Jakarta.

 

Hadioetomo, Ratna Sri. 1985. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek : Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium.  PT Gramedia : Jakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s