SEDATIF-HIPNOTIK DAN ANESTETIKA

SEDATIF-HIPNOTIK

DEFINISI

Sedatif- Hipnotik adalah golongan obat depresi SSP.  Efeknya bergantung pada dosis, mulai dari yang ringan (menenangkan, menyebabkan kantuk, menidurkan) hingga yang berat (menghilangkan kesadaran, keadaan anestesi, koma dan mati

Sedatif adalah zat-zat yang dalam dosis terapi yang rendah dapat menekan aktivitas mental, menurunkan respons terhadap rangsangan emosi sehingga menenangkan.

Hipnotik adalah Zat-zat dalam dosis terapi diperuntukkan meningkatkan keinginan untuk tidur dan mempermudah atau menyebabkan tidur.

FISIOLOGI TIDUR

Tidur adalah kondisi fisiologis yang normal, penting, reversibel  Tidur yang baik adalah cukup dalam dan lama

Fungsi :

♦ Regenerasi sel-sel tubuh

♦ Memungkinkan pelaksanaan aktivitas pada siang hari dengan baik

♦ Peningkatan daya tahan tubuh

♦ Pelepasan hormon sewaktu tidur

Ciri-ciri :

■ Penurunan aktivitas saraf parasimpatis :

– Penyempitan pupil mata (myosis)

– Perlambatan pernapasan

– Penurunan aktivitas jantung

– Stimulasi aktivitas saluran cerna (Penguatan peristaltik dan sekresi  getah  lambung)

Stadia Tidur :

Selama satu malam terjadi 4-5 siklus tidur & setiap siklus terdiri dari 2 fase,yaitu :

1. Fase Non REM atau deep sleep

Disebut juga dgn tidur tenang atau tidur SWS (Slow Wave Sleeps). Berlangsung +/- 1 jam. Terdiri dari 4 fase.

Ciri :    Denyutan jantung, tek. Darah dan pernapasan teratur. Relaksasi tanpa gerakan otot muka dan mata.

2. Fase REM ( Rapid Eye Movement ) atau disebut active sleep

Disebut juga dengan tidur paradoksal. Berlangsung 5-15 menit, pada siklus akhir rata-rata 20-30 menit.

Ciri-ciri :

–           Aktivitas mirip dengan keadaan sadar & aktif.

–           Gerakan mata cepat ke satu arah

–           Jantung, tekanan darah dan pernafasan turun naik.

–           Aliran darah ke otak bertmbah & otot-otot mengendor

INSOMNIA

Insomnia atau tidak bisa tidur dapat disebabkan oleh faktor-faktor, seperti : : Batuk, rasa nyeri, sesak nafas gangguan emosi, ketegangan, kecemasan atau depresi.

Penanganan :

  1. Menghilangkan faktor penyebabnya terlebih dahulu
  2. Memperbaiki cara hidup yang keliru, misalnya melakukan kegiatan psikis yang melelahkan sebelum tidur, jika tidak bisa diatasi
  3. Jangan merokok, minum kopi atau alkohol pada malam hari
  4. Mengembangkan kebiasaan tidur yang tetap
  5. Jika semua tindakan di atas tidak berhasil maka digunakan obat tidur (hipnotik)

MEKANISME KERJA HIPNOTIK

Pada tahun 1977 ditemukan reseptor  benzodiazepin spesifik di permukaan membran neuron, terutama di kulit otak dan lebih sedikit di otak kecil dan system limbis. Barbiturat dan benzodiazepine pada dosis terapi terutama bekerja dengan jalan pengikatan pada reseptor tersebut.

Efeknya ialah potensiasi penghambatan neurotransmisi oleh GABA disinaps semua saraf otak dan blokade dari pelepasan muatan listrik.

PENGGOLONGAN HIPNOTIK

1)                  GOLONGAN BARBITURAT

● Barbiturat telah digunakan sejak lama,tapi pada 1980-an menurun karena ada

gol.Benzodiazepin yg lebih aman.

● KEKURANGAN :

– Toleransi dan ketergantungan cepat timbul

– Stadium REM dipersingkat sehingga tidur pasien kurang nyaman

– Efek paradoksal dapat terjadi dalam dosis rendah pada keadaan nyeri, yakni  justru eksitasi, kegelisahan

– Overdose barbital menimbulkan depresi sentral, dengan penghambatan pernapasan berbahaya, koma dan kematian

2) GOLONGAN BENZODIAZEPIN

● Memiliki 4 daya kerja :

            Khasiat anksiolitis, sedatif-hipnotis, antikonvulsif, daya relaksasi otot.

● Penggunaan :

Pada umumnya benzodiazepin menimbulkan hasrat tidur bila diberikan dalam dosis tinggi pada malam hari dan memberikan efek menenangkan (sedasi) dan mengurangi kecemasan pada pemberian dalam dosis rendah pada siang hari.

● Keuntungan :

– Tidak atau hampir tidak merintangi tidur REM

– Bila digunakan hanya untuk beberapa minggu, merupakan obat tidur yg relatif aman sehingga menjadi hipnotika pilihan pertama

3) GOLONGAN LAIN

► Kloral Hidrat

► Zopiclon

► Meprobamat

► Buspiron

 

EFEK SAMPING UMUM

● Depresi pernafasan

● Tekanan darah menurun

● Hang-over

● Sembelit

● Berakumulasi di jaringan lemak

● Lain-lain, seperti toleransi dan ketergantungan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANESTETIKA

DEFINISI :

Anestesia adalah hilangnya sensasi nyeri (rasa sakit) disertai atau tidak disertai hilangnya kesadaran

Anestetika adalah golongan obat yang digunakan dalam menimbulkan anestesia

SEJARAH :

● Orang Mesir dan China menggunakan Canabis Indica (Ganja)

● Menggunakan kantong es untuk membungkus anggota badan

● Tahun 1776 ditemukan anestetika pertama yaitu N2O

● Abad ke-19 ditemukan Dietil eter

● Sir James Simpson menemukan Kloroform

● Terus dilakukan pengembangan untuk menemukan anestetika yang aman

hingga sekarang

PENGGOLONGAN :

Anestetik umum adalah obat yang dapat menimbulkan anetesia atau norkosa, yakni suatu keadaan depresi umum dari pelbagai pusat di SSP yang bersifat reversibel, dimana seluruh perasaan dan kesadaran ditiadakan, sehingga agak mirip keadaan pingsan.

Persyaratan Anestetika Umum :

  1. Berbau enak dan tidak merangsang selaput lender
  2. Mula kerja cepat tanpa efek samping
  3. Sadar kembalinya tanpa kejang
  4. Berkhasiat analgetika baik dengan melemaskan otot seluruhnya
  5. Tidak menambah pendarahan kapiler selama waktu pembedahan

Anastesika lokal atau zat penghilang rasa setempat adalah obat yang pada penggunaan lokal merintangi secara reversibel penerusan impuls saraf ke SSP dan dengan demikian menghilangkan atau mengurangi rsa nyeri, gatal-gata, rasa panas atau dingin.

Persyaratan Anestetika Lokal :

  1. Tidak merangsang jaringan
  2. Tidak mengakibatkan kerusakan permanen terhadap susunan saraf
  3. Toksisitas sistemis yang rendah
  4. Efektif dengan jalan injeksi atau penggunaan setempat pada selaput lendir
  5. Mulai kerjanya sesingkat mungkin, tapi bertahan cukup lama
  6. Dapat larut dalam air dan menghasilkan larutan yg stabil, juga terhadap pemanasan ( sterilisasi )

ANESTETIKA UMUM

MEKANISME KERJA

Mekanisme kerjanya berdasarkan perkiraan bahwa anestetika umum di bawah pengaruh protein SSP dapat membentuk hidrat dengan air yang bersifat stabil. Hidrat gas ini mungkin dapat merintangi transmisi rangsangan di sinaps dan dengan demikian mengakibatkan anesthesia.

TARAF NARKOSE

  1. Taraf Analgesia

Kesadaran berkurang, rasa nyeri hilang, euforia, impian yang mirip halusinasi

b. Taraf Eksitasi

Kesadaran hilang, terjadi kegelisahan,  eksitasi dengan keadaan diluar kehendak, pernapasan tdk teratur, kadang apnea dan hiperapnea, meronta, muntah

Ke Dua Taraf Ini Disebut Taraf Induksi

c. Taraf Anestesi

– Pernapasan jadi dangkal, cepat & teratur

– Gerakan mata & refleks mata hilang

– Pernapasan perut (seperti saat tidur)

– Otot menjadi lemas

d. Kelumpuhan sum-sum tulang

Kegiatan jantung & pernapasan berhenti (harus dihindarkan)

PRAMEDIKASI, NARKOSE, POST MEDIKASI

● PRAMEDIKASI

Mengurangi rasa cemas/kegelisahan menjelang pembedahan, menekan sekresi ludah berlebih, menguatkan efek anestetik

● NARKOSE

Memperkuat relaksasi otot (relaksansia otot)

POST MEDIKASI

            Menghilangkan efek samping (seperti gelisah, mual)

PENGGOLONGAN (MENURUT CARA PENGGUNAAN)

1)      Anestetika Inhalasi

–    Diberikan sbg uap melalui pernapasan

–    Resorpsi cepat lewat paru-paru,  ekskresi lewat alveoli dlm   keadaan utuh

– Pemberian mudah dipantau dan bila perlu setiap waktu bisa         dihentikan

–    Sering digunakan untuk memelihara anestesi

–    Kerugian : Depresi pernafasan, pemekatan urin karena               menurunnya aliran darah ke ginjal

2)   Anestetika Intravena

–    Digunakan untuk mendahului (induksi) anestesia lokal dan atau memeliharanya

–    Anestesi pembedahan singkat

Kerugian : Resorpsi kurang teratur

Keuntungan : Induksi Cepat

TEKNIK PEMBERIAN ANESTETIK INHALASI

● Sistem Terbuka :

Penetesan langsung ke atas kain kassa yang menutup mulut atau hidung penderita (eter, trikloretilen)

● Sistem Tertutup :

Menggunakan alat khusus yang menyalurkan camp. Gas dengan Oksigen dimana sejumlah CO2 yang dikeluarkan lalu dimasukkan kembali

● Insflusi Gas :

Uap atau gas ditiupkan ke dalam mulut, batang tenggorokan atau trachea

ZAT-ZAT TERSENDIRI

–          Eter

–          Trikloretilen

–           Nitrogen oksida

–           Halotan

–           Enfluran

–           Isofluran

–           Propofol

–           Ketamin

–           Tiopental

–           Midazolam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANESTETIKA LOKAL

MEKANISME KERJA

Menghambat penerusan impuls dengan jalan menurunkan permeabilitas membran sel saraf untuk ion natrium

PENGGUNAAN

 

 

 

 

 

 

 

Cara penggunaan lain :

SECARA ORAL :

  1. Larutan à Untuk nyeri mulut
  2. Tablet Hisap (Lozenges) à Untuk nyeri di tenggorokan
  3. Tetes mata à Mengukur TIO atau mengeluarkan benda asing
  4. Salep à Nyeri untuk luka bakar
  5. Suppositoria à Penderita ambeien/wasir

ZAT-ZAT TERSENDIRI

A. Senyawa Ester

Kokain, Prokain, Tetrakain, Lidokain, Prilokain, Mepivikain, Bupivakain

B. Senyawa Amida

Cinchokain, Artikain

C. Lainnya

Etil Klorida, Fenol, Benzil Alkohol

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MAKALAH FARMAKOLOGI I

SEDATIF-HIPNOTIK DAN ANESTETIKA

DISUSUN OLEH :

Lisa ariani

 

AKADEMI FARMASI ISFI BANJARMASIN

2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s